Minggu, 18 Desember 2011

abon dari jambu mete


   Jambu mete (Anacardium occidentale Linn.) merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu, kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana, Senegal, Kenya, Madagaskar, Mozambik, Srilangka, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Jambu Mete merupakan salah satu komoditi perkebunan yang penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan antara lain untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun sebagai komoditi ekspor penghasil devisa negara.
    Tanaman jambu mete banyak tumbuh di Jawa Tengah (Jepara, Wonogiri), Jawa Timur (Bangkalan, Sampang, Sumenep, Pasuruan, dan Ponorogo), dan di Yogyakarta (Gunung Kidul, Bantul, dan Sleman). Di luar Pulau Jawa, Jambu mete banyak ditanam di Bali (Karangasem), Sulawesi Selatan (Kepulauan Pangkajene, Sidenreng, Soppeng, Wajo, Maros, Sinjai, Bone, dan Barru), Sulawesi Tenggara (Muna). dan NTB (Sumbawa Besar, Dompu, dan Bima) (Bappenas, 2009).
    Jambu mete mempunyai banyak manfaat mulai dari akar, batang, daun, dan buahnya. Biji mete diolah menjadi kacang mete. Buah semu mete dapat digunakan sebagai bahan makanan sayur atau minuman. Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna coklat dapat digunakan untuk bahan tinta, bahan pencelup, atau bahan pewarna. Kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku yang kuat dan berfungsi sebagai anti ngengat. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Daun Jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar. Namun, selama ini pemanfaatan jambu mete masih terbatas pada bijinya yang diolah menjadi kacang mete. Kacang mete merupakan produk unggulan yang laris di pasaran sebagai bahan makanan bergengsi dan bermutu tinggi.
    Sedangkan buah mete selama ini kurang dimanfaatkan. Buah mete dikenal masyarakat dengan sebutan buah semu, buah ini merupakan modifikasi dari batang. Buah semu jambu mete sebagian besar belum dimanfaatkan optimal. Bahkan di beberapa daerah umumnya dikonsumsi dalam bentuk segar dan produk olahan tradisional (Sumangat, et al., 1993). Dari buah semu jambu mete dapat dibuat berbagai produk olahan berupa manisan buah kering , abon dan dodol buah (Sumangat, et al., 1990).
    Buah mete sebenarnya mempunyai kandungan gizi yang cukup beragam, yaitu mengandung riboflavin (vitamin B2), asam askorbat (vit. C), kaya akan serat dan kalsium serta senyawa aktif yang diketahui dapat mencegah penyakit kanker, dan disinyalir dapat menyembuhkan tumor. Kandungan vitamin C pada buah mete cukup tinggi mencapai 180 mg/100 g. (Jamrianti, 2008).
    Kelemahan buah mete adalah mempunyai rasa sepah dan masam, selain itu umur simpan buah mete yang terbatas. Kelemahan dari beberapa aspek tersebut dapat diminimalisi dengan melakukan proses pengolahan buah mete menjadi beberapa produk olahan. Selain dapat meminimalisi kelemahan, produk olahan juga dapat memberi nilai tambah pada buah mete yang selama ini kurang dimanfaatkan.
    Melihat tren masyarakat sekarang yang memilih makanan yang sehat dan praktis serta melihat market share abon di pasar maka akan sangat prospektif apabila buah Mete dapat dimanfaatkan lebih lanjut, yaitu diolah menjadi abon mete. Abon merupakan jenis makanan kering pelengkap yang biasanya digunakan sebagai lauk. Selama ini masyarakat banyak mengenal abon dengan bahan baku daging. Abon dengan bahan baku buah, khususnya buah mete yang masih jarang di pasaran menjadikan produk abon mete akan menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Selain itu abon mete dapat menjadi salah satu alternatif bagi para vegetarian.

Abon Jambu Mete
Add caption
Limbah yang berupa ampas daging buah jambu mete sisa proses pembuatan sirup dan anggur jambu mete dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan abon jambu mete.
1. Alat dan Bahan
Dalam pembuatan abon jambu mete, diperlukan beberapa macam alat dan bahan sebagai berikut.
a. Alat
Alat-alat yang diperlukan meliputi: kompor, wajan, pisau, ember. penumbuk (lumpang), nyiru, dan penghalus bumbu.
b. Bahan
Bahan-bahan yang diperlukan terdiri atas: ampas daging buah jambu mete sisa pembuatan sirup atau anggur jambu mete (standar ± 30 buah), gula merah 100 g, bawang merah 40 g, bawang putih 20 g, lengkuas 5 g, jinten 5 g, asam sendawa 0,5 sendok teh.

2. Cara Pembuatan

Pembuatan dendeng jambu mete dilakukan malui tahap-tahap kegiatan sebagai berikut.
a. Peras kembali ampas daging buah jambu mete sisa pembuatan sirup atau anggur jambu mete, dan tampung air hasil perasannya dalam wadah.
b. Tumbuk (haluskan) ampas daging buah jambu mete hingga halus, kemudian tambahkan air dan garam secukupnya sambil diaduk-aduk.
c. Rebus air bersama-sama gula merah hingga menjadi larutan gula, kemudian masukkan bumbu-bumbu lain yang sudah dihaluskan sambildiaduk-aduk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar